Rasulullah s.a.w bersabda (yg bermaksud): Sampaikanlah pesanku walau 1 ayat :)

Friday, April 17, 2015

Bersyukurlah pada Tuhanmu




Hari ni (16 apr), abah ada appointment di jabatan Occupational Therapy. 

Mula-mula buka pintu utama, nampak seorang kakak bersama bayinya. Saya lantas duduk bertentangan, bermain-main dengan anak kecilnya. Alisya. Setahun lebih umurnya.

“Kenapa dia kak?”

“Dia syndrome down, tapi tak nampak sangat.”

Alisya masih bergerak aktif, habis seluruh meja diterokanya, sekejap-sekejap kepalanya menoleh ke arah saya, tersengih-sengih. 

“Tak takut orang dia ni ya kak?”

“A ah, tapi kalau orang dukung, dia takut, main-main je dia okay. Semua sayang dia ni, nilah sorang anak akak perempuan yang lain semua lelaki. Alisya ni penghibur, suka gembirakan hati orang.”

“Oh, rezeki ni kak.” Spontan saya menutur kata, melihat takungan air jernih mula bertapak di birai mata wanita itu.

“Yalah, lepas dia lahir ayah dia dapat offer naik pangkat, ni nanti kena kerja overseas. Kad OKU dia pun dah lulus, mudah je.”

Saya senyum, “Kan, Allah tu baik, dia ambik sini sikit, dia bagi sana sikit, adil sangat Allah tu, kan Alisya?”

Alisya memandang wajah saya, tersengih lagi. Tiba-tiba tangannya didepangkan lalu tubuhnya direbahkan ke dalam pangkuan saya. 

“Eh nak pulak dia dengan orang, selalu taknak.” Ibunya seolah terkejut.

“Ye ke kak? maybe Allah nak suruh dia hiburkan hati saya juga.” Saya memeluknya erat, mendukungnya, melihat wajahnya. Alisya tersenyum lagi, menampakkan gusinya yang tak punya gigi. Ada getar di dalam hati, saya kira saya sudah jatuh kasih padanya. 

Lantas, saya menciumnya. Wangi. Anak syurga. Moga sahaja kita bertemu lagi, jika bukan di dunia, di syurga sana..  

Dan mata kakak itu masih berair sambil melihat anaknya yang tersengih. Satu-satunya anak perempuan diuji Allah, jiwanya luluh, hatinya pasrah. Kak, moga Allah cinta. :’)

So, to you who’s reading this, i know you are either worried, overwhelmed, struggling or questioning Allah, but listen, He loves you.

Please remember one thing, seteruk mana kita rasa ujian yang menimpa, ada manusia lain di satu sudut dunia sedang mengalami ujian yang lebih teruk, Pada saat kita merungut kasut dah buruk, ada orang lain yang tidak punya kaki. Pada saat kita complain makanan tak sedap, ada orang lain yang cuma mengharapkan sebutir nasi, dan pada saat kita rasa kehidupan kita yang paling tak best, ada orang lain yang berharap menjadi seperti kita. 

Just one thing for sure, you are where Allah wants you to be now, the tests, the pain, the tears do not mean to destroy you, they were sent to make you brighter and stronger — the way you should be, in Allah’s eyes. Allah makes you to it, He will makes you through it. Jangan buat tindakan pendek akal yang akhirnya memberi penyesalan. Just, sabar, k? 

Oklah kalau tak boleh nak sabar, redha dan sangka baik juga, pergilah ke hospital dan lihatlah ada manusia yang bersyukur cukup dengan diberi nikmat bernafas pada hari ini. Go, it helps.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al Ankabut : 2)

Wallahu'alam


2 comments:

Aneesah said...

Jazaakillah khair, ukhti. :)

Mastura Mohd Yusuf said...

Afwan minni :)

 
Copyright It's Life... Wake up from the past =) 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .